Senin, 11 Mei 2015

BAKU LOMBA UNTUK NIKAH

Posting yang saya tulis saat ini agak beda dengan sebelumnya, karna kali ini saya mau mencoba menggali dan mengasah kemampuan saya dengan dialek Papua yang setiap harinya selalu saya pakai. so chek this out :

akhir-akhir ini sa dapat berita banyak skali dari sa pu teman-teman, ade-ade dan kaka-kaka dong banya yang su kawin (Nikah or Merit), tratau apa yang bikin sampe dong baku lomba begitu, pasti banyak dong pu alasan. mudah-mudahan dong pu pernikahan bisa bertahan sampe maut yang kasih pisah seperti yang su dijelaskan dalam Alkitab..

sa juga sebenarnya dan sudah rencana dengan sa kekasih (calon) untuk merit tahun ini, tapi mungkin nanti tong 2 bicarakan lagi karna banyak yang harus tong 2 siapkan, intinya tong 2 sendiri yang nanti urus semua, mama dan bapa, awin dan kamam dong 4 hanya dukung dan bantu lengkapi tong 2 saja.. 

sa dengan dia (sa pu cinta, Napi T) berharap tong 2 bisa bertemu dalam waktu dekat ini dan bahas dan atur tong 2 pu rencana lagi supaya waktu sa ke tempat tugas, sa sudah pikir pelayanan dan kumpul seribu untuk pake tambah persiapan trus dia juga bisa tenang untuk kerja dan kursus perdalam bahasa inggris lagi, ini penting karna berhubungan dengan tong 2 pu planing dan impian untuk anak-anak Papua khusus untuk dorang pu pendidikan.

ya semua ini tidak bisa jalan juga kalo Tuhan tidak berkehendak. jadi sa selalu berdoa untuk Tete manis, Manseren Allah, Tuhan Yesus supaya sa dengan T punya rencana ni semua bisa tercapai tahun ini atau awal tahun depan. 

Terry N Mey
150685-031285

Jumat, 06 Maret 2015

Memori Abadi

KEJUJURAN SEORANG ANAK

Ketika sedang melihat-lihat foto kegiatan waktu melakukan pelayanan ke Pulau Numfor tahun lalu, tiba-tiba muncul gambar di atas ini, saya sangat menyukai anak-anak kecil, rasanya bahagia dan tenang ketika melihat mereka bertingkah lucu, menyanyi dengan suara polos mereka, melihat mereka saling berkelahi dan pada akhirnya berdamai diantara sesama mereka dan masih banyak lagi hal-hal unik mereka yang lain.

Kisah tentang seorang anak di atas (Kedua dari kiri, yang memakai baju kaos hijau orange paling depan) membuat saya benar-benar tersentuh. Foto ini bermula ketika kami dijemput ketika kami tiba di Kampung Mandori, anak-anak inilah yang ada dan menyambut kami paling depan, saya pun tak sengaja mengabadikan momen ini. 

Yang menjadi istimewa dari kisah ini adalah ketika saya dan Tery, Ketua PAM Efrat Darfuar sekaligus My BoyFriend hendak melakukan perjalanan ke kota Yenburwo dan ke Yenmanu membeli beberapa perlengkapan untuk kegiatan penutupan keesokan harinya dan saya dipercayakan oleh teman2 PAM untuk memegang uang tiket pulang kami semua di amplop coklat (Sampai disini mungkin kalian sudah bisa mendapat gambaran tentang akhir cerita ini ataukah belum?), waktu kami sudah pergi dan mendapat apa yang kami perlukan, pulangnya kami singgah di kampung Sandauw sekedar beristirahat dan kebetulan ada seekor ular Numfor yang ditangkap seorang saudara sehingga cukup menjadi pusat perhatian bagi kami semua yang sedang ada saat itu.

setelah saya  dan Terry merasa cukup beristirahat, kamipun berpamitan dan melanjutkan perjalanan, setibanya kami di mata jalan kampung Mandori saya memutuskan untuk turun dari motor dan memilih berjalan kaki sambil olahraga sore, Terry sempat bertanya mengapa saya mau berjalan dan sebagainya, tapi saya memaksa dan turun dari motor dan berjalan kaki beberapa langkah saja dari Tery namun karena Terry terus menunggu akhirnya saya pun ikut dengannya di atas motor dan menuju kampung. 

Perasaan saya tidak tenang dan gugup karena tiba-tiba saya melihat pada tas kamera saya rupanya amplop coklat berisi uang tiket kami untuk pulang ternyata hilang, sekejap lutut saya lemas, jantung saya berdetak kencang tak seirama seperti biasanya, apalagi kami sudah kesulitan untuk biaya pulang kami ke Biak. 'Oh Tuhan apa salah saya sehingga ini terjadi, apakah ini teguranMu kepada saya?' itulah kata-kata yang terlintas dan terkatakan dalam hati saya. saya dan Terry pun langsung kembali untuk mengecek di pinggiran jalan dan kampung Sandauw mungkin saja terjatuh disana. dalam perjalanan naik melewati mata jalan kampung Mandori, ada beberapa anak kecil duduk di sebuah pondok, saya pun menghampiri mereka dan berpesan jika mereka melihat amplop coklat yang jatuh tolong sampaikan kepada saya dan Terry di gereja, dan kamipun menuju ke kampung Sandauw. setibanya di sana nampak mama-mama dan beberapa orang bapa menanyakan kepada anak-anak yang mungkin melihat tetapi tidak seorangpun yang melihat, mereka juga nmapak khawatir dan memberi masukan agar nanti mereka memanggil seorang bapa yang punya keahlian untuk 'melihat' di air siapa yang mengambil uang kami, tetapi atas pertimabangan Terry dan saya kami tidak mau. 

kami berdua pun kembali, di dalam perjalanan saya dinasehati oleh Terry supaya lebih teliti lagi dalam menjaga uang dan sekaligus menjadi koreksi bagi kami berdua. Tiba-tiba ketika kami sudah tiba di mata jalan kampung, 2 orang anak kecil memanggil kami dan mengatakan kalau ada seorang anak tadi membawa dan mendapat sebuah amplop coklat, kami pun diantar menuju rumah sang anak, dan kami disambut oleh ayah sang anak itu, dia mengatakan kalau tadi memang anaknya pulang bermain di pantai dia dan beberapa temannya mendapat sebuah amplop, dan ia menyerahkan kepada sang ayah, dalam benak sang ayah mungkin ini adalah uang pak guru tapi ketika melihat tulisan di luar amplop, disitu tertulis uang tiket PAM Efrat Darfuar. Saya pun memanggil anak itu dan tak terasa air mata saya jatuh tak tahan menahannya, saya tak habis pikir selama hidup saya di Pulau Numfor, Kampung Mandori ternyata ada anak yang memiliki kejujuran yang luar biasa, yang belum pernah saya dapati dan temui di manapun. 

Peristiwa ini menjadi suatu kesaksian sekaligus tanda mata dan kesan ketika Terry menyampaikan kata-kata perpisahan di dalam gedung gereja Hewel disaksikan oleh kami semua dan anggota jemaat, mereka semua kaget, Terry pun tak kuasa menahan airmatanya, dia juga sangat terkesan dengan kejujuran anak itu, KUNDRAT namanya. 

Belajar dari kisah ini, memanglah benar dan kita sebagai orang Kristen perlu mengimani dan mengamini apa yang Yesus ajarkan dan sampaikan bahwa, biarkan anak-anak datang kepada-Nya jangan menghalang-halangi mereka sebab merekalah yang mempunyai Kerajaan surga tapi juga barangsiapa tidak menyambut Dia seperti seorang anak kecil maka dia tidak layak masuk Kerajaan surga. Dari mulut bayi dan anak-anaklah Tuhan telah meletakan suatu dasar kekuatan. 

saya bangga sebab pikiran, perbuatan dan hidup saya secara pribadi dicerahkan, ditegur dan disentuh oleh  Tuhan Yesus lewat seorang anak kecil yaitu, Kundrat supaya belajar tentang hal kejujuran dalam menjalani kehidupan ini....

 - Mandori -

The Secret

Tak terasa tersisa 1 bulan, awal pekerjaan saya akan di mulai, ada perasaan senang, deg-degan,  was-was tapi juga penasaran akan ditempatkan di manakah saya nanti? semuanya masih menjadi rahasia bagi saya.... 
 berjuta harapan ada dalam otak ini tak kala memikirkan tempat baru bagi saya untuk mulai beradaptasi lagi dengan jemaat, alam dan budaya yang berbeda ....hanya Tuhan saja yang tahu perasaan saya saat ini. hanya Tuhan yang tahu ingin ke manakah saya nanti untuk melayani tapi juga untuk menggapai masa depan saya dengan rencana yang tlah saya miliki..

 beberapa minggu yang lalu, Ketua Klasis Mimika, Pdt.D.Kaigere menyampaikan pesan kepada kami para pelayan, bahwa sesibuk apapun kita nanti di jemaat, jika kita cape atau lelah kita harus jujur mengatakan kepada majelis ataupun jemaat sehingga kita bisa beristirahat dan memulihkan tenaga sehingga bisa kembali melaksanakan pelayanan. Sebab Pekerjaan ini tidak akan pernah selesai, kita yang ada ini nanti akan diganti dengan yang lain.....

memang benar apa yang disampaikan oleh bapa Pdt, dengan melihat serta mengalami peritiwa atas terpanggilnya alm. Pdt.Y.Tata  pada bulan februari yang lalu. sebelum dipanggil oleh Tuhan, alm. masih terus bekerja dan melayani jemaatnya bahkan tak tahan rasanya alm walau dalam keadaan sakitpun dia terus melayani tanpa memikirkan kesehatannya. Hal ini menjadi catatan penting bagi saya secara khusus ketika nanti ada di jemaat supaya memperhatikan hal-hal ini. 

1 April 2015 merupakan babak baru lagi dalam hidup saya, menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Yesus mungkin inilah yang nantinya akan saya kerjakan dan lakukan, serta jawaban serta komitmen iman Yeremia ketika Tuhan menyatakan diri kepadanya, saya pun mengaku : Ini Aku, Utuslah Aku.....

   

Rabu, 25 Februari 2015

PEKERJA DI LADANG TUHAN

S A N G   P E N D E T A

Kalau ia muda dianggap kurang pengalaman
Tapi bila rambutnya beruban, ia dianggap terlalu tua
Kalau keluarganya besar, ia beban bagi jemaat
Bila tidak mempunyai anak, ia tidak bisa diteladani
kalau isterinya aktif, dituduh mau menonjolkan diri
Kalau tidak aktif, ia tidak mendukung pelayanan suami

Kalau khotbahnya membaca, sangat membosankan
Kalau di luar kepala, tandanya tidak mempersiapkan diri
Kalau ia berusaha melakukan pembaruan, akan dituduh sewenang-wenang
Kalau hanya melanjutkan apa yang ada, ia dianggap boneka
kalau khotbahnya banyak ilustrasi, ia kurang alkitabiah
kalau tidak, khotbahnya terlalu sulit
kalau khotbahnya panjang, membuat orang ngantuk
kalau khotbahnya pendek, ia pemalas

kalau ia gagal menyenangkan hati seseorang, itu berarti ia menyakiti jemaatnya
Kalau ia berusaha menyenangkan hati semua orang, itu berarti penjilat
Kalau ia terus terang dalam kebenaran, ia dianggap sengaja menyinggung perasaan
Kalau tidak, ia pengecut
Ia mesti bijaksana seperti burung hantu
Gagah berani laksana burung rajawali
Rendah hati bak burung merpati

bersedia makan apa saja seperti burung kenari
ia mesti seorang ekonom, politikus, pencari dana, penasehat perkawinan
Bapak yang bijaksana, sopir taksi yang ramah,
Orator yang ulung dan gembala yang arif

Ia mesti melayat semua orang sakit
Semua yang menikah dan semua orang yang mati
Ia mesti bisa bergaul dengan anak-anak, remaja, pemuda sampai orang jompo
Ia mesti pandai bicara dan menulis
Ia seorang pelayan yang harus mau merendah
Sekaligus pemimpin yang berwibawa.

 (Karya : NN)



   

Senin, 25 Agustus 2014

Budaya Saling Memberi Makan

Waktu saya melakukan tugas pelayanan di Wondama tepatnya di kampung Kaibi dan Ramiki ada berbagai hal unik dan menarik yang belum pernah saya temukan di tempat manapun yang pernah saya datangi, salah satunya adalah budaya saling memberi makan antar kampung. sudah menjadi tradisi dari dulu bagi masyarakat di kedua kamoung ini untuk saling memberi makan dan biasanya moment ini terjadi pada waktu bulan januari atau setelah tahun barua-an. jadi dalam kesepakatan bersama yang diumumkan di gereja seluruh kampung (example:kampung Kaibi) akan terlebih dahulu menyiapkan makanan (yang paling terkenal adalah papeda, bia/kerang, dan sayur kabubui (sejenis bambu muda/rebung yang dimakan), hasil kebun seperti keladi, singkong/kasbi, petatas dll) dan minuman untuk disajikan kepada kampung Ramiki dan begitupun nantin sebaliknya, sehingga setiap keluarga diwajibkan membawa makanan dan hasil kebun atau apa saja dan dikumpulkan pada satu tempat yang akan dipakai untuk menyambut masyarakat dari kampung sebelah, acara ini biasanya ramai karena melibatkan seluruh masyarakat dan unuknya mereka berjalan sambil memutatr lagu atau sesekali bergoyang sampai kampung tujuan dilanjutkan dengan berjabat tangan, mendengar sepatah kata dari majelis di kampung tersebut dan doa makan bersama dan yang terakhir acara makan. Makna dari acara ini sendiri dikatakan oleh orangtua di kampung adalah supaya rasa kekeluargaan diantara mereka terus terjaga sampai anak cucu mereka nanti dan sebagai satu budaya yang harus dilestarikan sebab orangtua2 dulu selalu terbuka dalam hal memberi makan bagi siapa saja

(Moment this pict: prosesi masyarakat kampung Kaibi memberi makan masyarakat kampung Ramiki)

My Chief

Spesial Cake From My 'T'

Hari ini waktu sedang buka2 album foto di Laptop, eh muncul deh ide untuk upload picture ini....so delicious:) kalau yang buat cake atau kue adalah seorang perempuan, itu sudah biasa tapppi kalau yang buat kue adalah seorang laki2 itu baru luar biasa (setidaknya itu berlaku for me)  hehehe walaupun kini banyak chief laki2 yang sudah banyak bermunculan di TV or dunia nyata.

Next ...... bakat dari sang pembuat kue yang ada fotonya itu, awalnya sempat membuat saya kaget dan baru diketahui setelah dia pulang dari negeri orang hihiihi (Canada) lewat sebuah program MCC-IVEP. Dari beberapa sumber cerita (Family), dia sempat beberapa kali membuat kue, bahkan waktu ulangtahun dan natalan dia juga tak lupa mengajari untuk orang di rumahnya

Sebagai contoh, kue yang ada astor di sekeliling kue di atas itu, adalah cake birthday for sunday school di jemaatnya, kalau tidak salah sih waktu ulang tahun sekolah minggu (sory kalau salah My Love) hehehe.... asli waktu saya dikasih tahu dan liat fotonya saya kaget dan tidak percaya bahkan saya menantangnya agar dia juga mau mengajarkan saya cara membuat kue, tapi tantangan itu laaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaama sekali baru terealisasikan coz faktor waktu, tempat dan dana barulah pada waktu moment menjelang final piala dunia tantangan itu menjadi kenyataan. yuppppz karena kami berdua suka dan suporter timnas Jerman maka kue buatannya pun bertemakan Jerman, walau seharian kami mencari pewarna hitam se-kota B, tak ada satupun yang berhasil kami dapat akhirnya warna coklat tua yang kami peroleh but it;s ok yang penting rasanya hehhehe.....

Dalam pembuatan cake ini saya hanya membantu menyiapkan bahan dan membersihkan alat2 karena seluruh proses pembuatan ditangani sendri olehnya (T), sambil duduk manis dan sesekali memegang mixer hehe... nama cake ini adalah banana bread, so pasti bahan utamanya adalah banana (Pisang),.. setelah melalui proses yang tidak cukup lama akhirnya jadi deh my banana bread, nikmatnya tak terucap apalagi spesial dibuat untuk saya.... next time resepnya akan saya sertakan yach kali ini liat saja gambarnya dulu,,:))


 

Yang tersisa dari Mandori Part II (The End)

Moment Mandori

kalo bicara soal perjalanan saya ke Mandori rasanya tidak akan pernah ada habis-habisnya bahkan sampai blog ini penuh juga mungkin tidak muat hehe..soalnya saya senang kalau menceritakan kisah di tempat itu.. I love my adventure:).. seperti salah satu dari kisah-kisah lainnya, kisah di bawah ini it's true story. kisah ini terungkap pada saat saya dan teman2 akan berangkat maklum kegiatan kami sudah selesai dan semua sedang menyiapkan barang-barang mereka plus barang2 yang diberikan oleh teman2 mereka. saya kaget karna dipanggil oleh Terry untuk melihat seorang anak kecil yang rupanya sedang sakit. karna salah seorang teman kami berprofesi sebagai seorang PAMAN (Pa Mantri ) maka saat ini, dialah orang yang tepat menangani kasus anak ini. dari cerita awin (mama dalam bahasa Byak), anak ini jatuh dari atas rumahnya (rumah panggung) karena mau pergi menyambut kami pada waktu datang (penjemputan) tapi karena dia terlalu buru2 maka dia jatuh dari rumahnya dan lututnya mengenai batu karang akhirnya lututnya robek. akhirnya dengan persediaan obat dan alat yang seadanya, anak ajaib inipun diobati. 


 kebaikan dan keramahan dari seluruh jemaat Hewel Mandori secara keseluruhan tidak dapat kami balas, kurang lebih itulah inti kesan dari Ketua PAM Efrat ketika memberikan kata2 atau kesan terakhir walaupun pada malam harinya sudah dilakukan ibadah pengutusan kembali. dan hanya sebuah gitar yang disumbangkan kepada PAM Hewel Mandori sebagai tanda mata supaya digunakan dalam pelayanan mereka di jemaat, yang diberikan oleh Wakil Ketua Jemaat Efrat, Pnt. J. Sroyer kepada Ketua PAM Hewel. Harapan kami semoga gitar ini dapat benar2 dijaga dan dipakai dan ketika mereka memakainya, wajah, tawa, kebersamaan bersama dengan kami selama 1 minggu dapat mereka rasakan dan ingat.

setiap kegiatan akan sukses dan berjalan baik jika ditangani oleh orang2 yang bijak dan melakukan kegiatan itu dengan sukacita, hal itu tampak terasa dengan bantuan, tenaga dan hasil kerja nyata yang kami lihat dari Ketua PAM dan Wakil Ketua PAM Hewel (gambar samping atas). Dalam setiap kegiatan kedua orang ini sangat punya andil yang besar dan mempercayakan kami melakukan semua kegiatan dan mereka hanya menyiapkan apa yang kami perlukan. 

yang patut diberikan penghargaan juga adalah sosok beliau yang memakai jaket di atas ini, beliau ini adalah mantan Ketua PAM Hewel dan sekarang ini menjabat sebagai Kepala kampung. beliau merupakan salah satu tokoh atau orang yang berjasa dalam kegiatan kami. gerak-geriknya sangat lincah bahkan semalaman beliau memainkan alat musik dan menyanyi bersama para musisi menghibur kami pada waktu acara perpisahan tanpa kenal lelah walau disibukkan dengan tugas dan tanggungjawabnya sebagai seorang aparatur pemerintahan.  


inilah suasana keberangkatan kami meninggalkan kampung Mandori tercinta yang diiringi dengan isak tangis bersama. seminggu saja kami berada dengan mereka tapi rasanya kami sudah tinggal lama dan menjadi bagian dari komunitas mereka, walaupun kami akui kalau kami belum membuat sesuatu yang berharga, tapi menurut kepala kampung apa yang kami lakukan itu tidak nyata atau tidak terlihat tapi akan mereka rasakan. 

kami meninggalkan Numfor dengan menggunakan KM Kasuari Pasifik 5 via Manokwari, padahal awalnya kami tidak menyangka bahwa kami akan pulang mengikuti kapal ini, tapi rencana Tuhan itu baik dan indah, tepat pada waktunya,,,.. 

setibanya di Biak, kami sudah dijemput oleh sekretaris PAM kami yang menyewa sebuah truk dan mobil pick-up milik bapanya Terry. sesampainya di Jemaat, teman2 pemuda membantu menurunkan barang bawaan kami dan kami disambut juga oleh Ibu Pdt. E Imbir yang adalah Pendeta jemaat, kamipun berdoa bersama dan mendengar laporan singkat dari ketua pam dan wakil ketua jemaat. oh ia tak lupa juga adik Fanoti Krey (sang Idola) diperkenalkan oleh Bapa Pdt Y Kbarek kepada kami dan beberapa orang anggota jemaat yang juga ada hadir pada waktu itu. acara berlanjut, kami minum teh bersama dan masing2 pulang menuju rumah masing2.




Akhirnya, seluruh perjalanan saya berakhir sampai disini, terimakasih Jemaat Hewel Mandori atas kebaikan, keramahan dan kejujuran yang kalian berikan bagi kami, tak dapat kami balas hanya dalam doa-lah kalian disebut serta harapan besar bahwa Tuhan akan selalu memberkati dan melimpahkan berkat bagi kalian dan anak cucu cicit kalian Dan kami menunggu kedatangan kalian di jemaat kami.......



Mandori - Darfuar Always in My Heart
                   
                Mey
 


 
Next Post Back to Top