Rabu, 20 Agustus 2014

Hilangnya Kenyamanan Hidup

tinggal bertahun-tahun di Kota ini, membuat banyak hal yang sudah saya lalui.... beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang yang berbeda status kedudukan, suku dan sebagainya...... rasa persaudaraan yang kental seakan menjadi satu wahana tersendiri, seakan tak ada batas yang menghalangi. entah rambut lurus dan keriting, kulit putih dan sawo matang, rumah permanen maupun gubuk yang hampir mirip Honai (rumah adatnya orang Wamena di daerah pegunungan) bahkan rumah panggung... keberbedaan itu dulunya tak menjadi masalah untuk kami menyatu taaaaaaaaaaaaapi...... hal itu beberapa waktu lalu menjadi ISU yang sangat, sangat menonjol bahkan mencuat ke permukaan. atas ulah-ulah 'orang2' yang tak bermoral membuat Hilangnya kenyamanan hidup kami sedikit terancam... ada rasa khawatir ketika suasana mencekam, sana sini terdengar suara tembakan dari aparat, hilir mudik pada kendaraan bermotor di jalan begitu cepat tak seperti hari biasanya, anak-anak yang bersekolah pun dipaksa harus menghentikan suasana pembelajarannya karena situasi demikian. Apakah ini yang namanya KERUSUHAN? 

hanya satu harapan kami, harapan kami orang Papua yang mendiami bumi AMUNGSA, Kamoro. supaya Tanah ini aman dan damai seperti dulu. ada canda tawa serta sukacita ketika saling menyapa, ketika saling duduk dalam gereja, ketika saling berhadapan di dalam taxi, dan ketika seluruh kegiatan dilakukan bersama....semoga harapan dan mimpi ini sungguh menjadi kenyataan yang sempurna...



A M O L E

 

0 komentar:

Previous Post Back to Top