Jumat, 22 Agustus 2014

Yang tersisa dari Mandori Part I

Beberapa bulan yang lalu, My Boyfriend n me with teman-teman pemuda melakukan kegiatan wisata rohani di Klasis Numfor, Jemaat GKI Hewel Mandori. Wisata rohani ini adalah untuk yang pertama kalinya dalam jemaat khususnya unsur PAM (eiiiits bukan Perusahan Air Minum but Persekutuan Anggota Muda) jadi persiapan yang dilakukan pun seadanya saja. Kegigihan dan semangat teman-temanlah yang terus memacu mereka agar mencari usaha dana supaya dapat melengkapi segala persiapan mereka mulai dari melakukan bazaar di gereja terdekat, membersihkan halaman kampung dan kebun milik anggota jemaat, membuat amplop sumbangan sukarela ke jemaat dan ke pasar (karena keberadaan pasar masih ada dalam wilayah pelayanan dan kampung mereka, Darfuar-red) sampai mengumpul batu karang (dalam keahlian terakhir ini sangat diperlukan tenaga yang handal tak heran sehingga mereka yang mahir dalam bidang ini sering mendapat julukan ABG atau istilah gaulnya Anak Batu Gunung hehehe.....)

Sebelum keberangkatan, kami pun melakukan foto bersama untuk dibuat dan dipasang pada baliho. untuk proses pengambilan foto ini sempat tertunda karena aktifitas teman-teman pemuda yang kejar tayang hihihi... dampaknya hanya beberapa saja yang potret dirinya ada di this picture, 
awal perjalanan kami dimulai ketika ibadah pengutusan dan selanjutnya kami berangkat menuju pelabuhan. kami menggunakan kapal Yapwairon (sebuah kapal kecil milik ASDP), semalaman kami berada di atas kapal, karena cuaca yang kurang mendukung (ombak) membuat kami tidak dapat turun di dermaga Saribi seperti biasanya sehingga Kapten pun mengambil kebijakan sehingga kami dan para penumpang turun di Manggari. sesampainya di manggari kami turun dan dijemput oleh teman2 pemuda Mandori dengan menggunakan perahu johnson dan dilanjutkan dengan penjemputan di gapura masuk kampung yang rupanya kami sudah ditunggu oleh seluruh anggota jemaat guna dilakukan semacam tradisi (Mansorandak : ritual menginjak piring adat bagi orang yang baru pertama kali datang ke daerah tersebut) dan ritual ini diwakili oleh Ketua PAM Efrat, Terry Sroyer, Majelis pendamping dan Pendeta Pendamping, Pdt.Y.Kbarek. kami pun disambut dengan arak-arakan musisi,tarian sambil berjalan ke lokasi kegiatan dan malamnya acara perkenalan.

 pagi harinya saat memulai kegiatan yang selalu diawali dengan ibadah bersama denga anggota jemaat setempat dilanjutkan dengan breakfast etc. ketulusan dari anggota jemaat di Mandori sangat terasa mulai dari cara mereka menyapa, bercanda, senyum kepada kami membuat kami merasa seperti di kampung sendiri. mereka selalu bergantian memberi makan kepada kami, beberapa kali saya melihat mereka pulang dari kebun berjalan kaki cukup jauh hanya untuk mencari sayur dan lauk untuk kami (Pemberian yang terbaik). ada materi2 yang diberikan dan teman2 cukup antusias, bahkan pernah ketika sedang mengikuti materi sampai agak siang, ibu2 atau mama2 di garis belakang (dapur) menyuruh untuk makan, ternyata hari itu sedikit special because we can eat big fish heheh langsung dari laut. woooow kita disuruh pilih sendiri dan bakar sendiri sungguh pengalaman yang tak terlupakan. setelah kenyang semuanya pun istirahat dan sorenya berolahraga, main bola kaki (olahraga yang tak bisa dipisahkan dari orang Papua).

sambil yang pria bermain bola, kami para perempuan, melakukan kreatifitas, salah seorang teman mengajarkan bagaimana cara membuat hewan, anting, dan kalung dari bahan kulit kerang dan buah2 yang ada di pinggir pantai, sedangkan saya dan Tery mengajarkan membuat hiasan bunga dari sapu lidi dan manik2. karena seriusnya para peserta yang terdiri dari mama2,anak2 sekolah minggu dan pemuda tak terasa hari sudah gelap akhirnya kamipun bubar jalan tapi sebelumnya take a picture lagi heheh:)







saya sangat menyukai anak-anak, so ketika ada waktu yang kosong saya pun bersenda gurau dan mengajarkan beberapa lagu dan games bagi mereka, ternyata daya tangkap anak-anak di Mandori cukup kuat dan cepat, salut dan bangga buat mereka. next, this pict, ada anak kecil yang memegang mic namanya Fanoti Krey, dia merupakan idola bagi teman2 kami karena kemampuan suaranya yang melampaui anak seumurannya dan kebersamaannya bersama dengan kami mulai dari awal kegiatan, saking menjadi idola kami pun memingannya untuk ikut bersama kami pulang ke Biak hehhe..:) ada juga Desi Krey yang sempat berfoto bersama saya dan Terry, dia juga merupakan salah satu fav girl coz murah senyum, senang bermain, pintar menyanyi dan jago main bola. tak heran ada beberapa pemuda yang pedekate hihihi....tak lengkap rasanya kalau tak ada tarian khas Papua yaitu Yospan, salut untuk jemaat Mandori tanpa kenal cape dan lelah semalaman penuh mereka menyanyi dan menari bersama kami...


 kalau berkunjung ke Mandori belumlah terasa nikmat jika belum ke tempat mandi2 mereka,kami di bawa dengan beberapa perahu menuju sebuah tanjung. perjalanan ini sedikit membuat saya ganas sebab saya sempat jatuh dari perahu untungnya kamera tidak rusak huuuuft. acara kami berlanjut dengan bermain bola, bakar2 ikan dan mandi2 yang disertai dengan gosok wajah memakai arang untungya saya selamat dari permainan ini hehehe (asisten Ketua Pam kok), pulangnya saya dan Terry ikut bersama Ketua PAR memakai gabus ternyata perasaan takut sebelum naik sirna dengan pemandangan yang luuuuuuuuar biasa indah, tidak sia2 perjalanan saya bersama dengan T dan teman2 pemuda kali ini.





sisi lain, waktu saya dan T ke Sandauw, sempat kaget karena ternyata ada ular yang lewat hehehe... menurut cerita2 pulau Numfor juga terkenal dengan ularnya, so kesempatan ini takan terulang jadi deh take a pict with the snake... amazing!!!!

kalau yang dibawah gambar ini, ada beberapa bapa2 di Mandori yang sedang merajut jaring untuk mencari di laut.... 

 Bersambung .............................

woow, sekian dulu ya perjalanan saya ke Mandori part I.. nantikan saja bagian selanjutnya, yang pastinya seru dan akan ada hal2 yang menarik dari Mandori. intinya saya sangat bersyukur karena bisa melihat sisi lain dari Pulau Biak yang selama ini hanya sebatas cerita dari mulut ke mulut.... dream comes true.. : )

memang orang bilang :

BIAK (Bila Ingat Akan Kembali) 



 
 

0 komentar:

Previous Post Next Post Back to Top