Rabu, 25 Februari 2015

PEKERJA DI LADANG TUHAN

S A N G   P E N D E T A

Kalau ia muda dianggap kurang pengalaman
Tapi bila rambutnya beruban, ia dianggap terlalu tua
Kalau keluarganya besar, ia beban bagi jemaat
Bila tidak mempunyai anak, ia tidak bisa diteladani
kalau isterinya aktif, dituduh mau menonjolkan diri
Kalau tidak aktif, ia tidak mendukung pelayanan suami

Kalau khotbahnya membaca, sangat membosankan
Kalau di luar kepala, tandanya tidak mempersiapkan diri
Kalau ia berusaha melakukan pembaruan, akan dituduh sewenang-wenang
Kalau hanya melanjutkan apa yang ada, ia dianggap boneka
kalau khotbahnya banyak ilustrasi, ia kurang alkitabiah
kalau tidak, khotbahnya terlalu sulit
kalau khotbahnya panjang, membuat orang ngantuk
kalau khotbahnya pendek, ia pemalas

kalau ia gagal menyenangkan hati seseorang, itu berarti ia menyakiti jemaatnya
Kalau ia berusaha menyenangkan hati semua orang, itu berarti penjilat
Kalau ia terus terang dalam kebenaran, ia dianggap sengaja menyinggung perasaan
Kalau tidak, ia pengecut
Ia mesti bijaksana seperti burung hantu
Gagah berani laksana burung rajawali
Rendah hati bak burung merpati

bersedia makan apa saja seperti burung kenari
ia mesti seorang ekonom, politikus, pencari dana, penasehat perkawinan
Bapak yang bijaksana, sopir taksi yang ramah,
Orator yang ulung dan gembala yang arif

Ia mesti melayat semua orang sakit
Semua yang menikah dan semua orang yang mati
Ia mesti bisa bergaul dengan anak-anak, remaja, pemuda sampai orang jompo
Ia mesti pandai bicara dan menulis
Ia seorang pelayan yang harus mau merendah
Sekaligus pemimpin yang berwibawa.

 (Karya : NN)



   
Previous Post Next Post Back to Top