Senin, 25 Agustus 2014

Yang tersisa dari Mandori Part II (The End)

Moment Mandori

kalo bicara soal perjalanan saya ke Mandori rasanya tidak akan pernah ada habis-habisnya bahkan sampai blog ini penuh juga mungkin tidak muat hehe..soalnya saya senang kalau menceritakan kisah di tempat itu.. I love my adventure:).. seperti salah satu dari kisah-kisah lainnya, kisah di bawah ini it's true story. kisah ini terungkap pada saat saya dan teman2 akan berangkat maklum kegiatan kami sudah selesai dan semua sedang menyiapkan barang-barang mereka plus barang2 yang diberikan oleh teman2 mereka. saya kaget karna dipanggil oleh Terry untuk melihat seorang anak kecil yang rupanya sedang sakit. karna salah seorang teman kami berprofesi sebagai seorang PAMAN (Pa Mantri ) maka saat ini, dialah orang yang tepat menangani kasus anak ini. dari cerita awin (mama dalam bahasa Byak), anak ini jatuh dari atas rumahnya (rumah panggung) karena mau pergi menyambut kami pada waktu datang (penjemputan) tapi karena dia terlalu buru2 maka dia jatuh dari rumahnya dan lututnya mengenai batu karang akhirnya lututnya robek. akhirnya dengan persediaan obat dan alat yang seadanya, anak ajaib inipun diobati. 


 kebaikan dan keramahan dari seluruh jemaat Hewel Mandori secara keseluruhan tidak dapat kami balas, kurang lebih itulah inti kesan dari Ketua PAM Efrat ketika memberikan kata2 atau kesan terakhir walaupun pada malam harinya sudah dilakukan ibadah pengutusan kembali. dan hanya sebuah gitar yang disumbangkan kepada PAM Hewel Mandori sebagai tanda mata supaya digunakan dalam pelayanan mereka di jemaat, yang diberikan oleh Wakil Ketua Jemaat Efrat, Pnt. J. Sroyer kepada Ketua PAM Hewel. Harapan kami semoga gitar ini dapat benar2 dijaga dan dipakai dan ketika mereka memakainya, wajah, tawa, kebersamaan bersama dengan kami selama 1 minggu dapat mereka rasakan dan ingat.

setiap kegiatan akan sukses dan berjalan baik jika ditangani oleh orang2 yang bijak dan melakukan kegiatan itu dengan sukacita, hal itu tampak terasa dengan bantuan, tenaga dan hasil kerja nyata yang kami lihat dari Ketua PAM dan Wakil Ketua PAM Hewel (gambar samping atas). Dalam setiap kegiatan kedua orang ini sangat punya andil yang besar dan mempercayakan kami melakukan semua kegiatan dan mereka hanya menyiapkan apa yang kami perlukan. 

yang patut diberikan penghargaan juga adalah sosok beliau yang memakai jaket di atas ini, beliau ini adalah mantan Ketua PAM Hewel dan sekarang ini menjabat sebagai Kepala kampung. beliau merupakan salah satu tokoh atau orang yang berjasa dalam kegiatan kami. gerak-geriknya sangat lincah bahkan semalaman beliau memainkan alat musik dan menyanyi bersama para musisi menghibur kami pada waktu acara perpisahan tanpa kenal lelah walau disibukkan dengan tugas dan tanggungjawabnya sebagai seorang aparatur pemerintahan.  


inilah suasana keberangkatan kami meninggalkan kampung Mandori tercinta yang diiringi dengan isak tangis bersama. seminggu saja kami berada dengan mereka tapi rasanya kami sudah tinggal lama dan menjadi bagian dari komunitas mereka, walaupun kami akui kalau kami belum membuat sesuatu yang berharga, tapi menurut kepala kampung apa yang kami lakukan itu tidak nyata atau tidak terlihat tapi akan mereka rasakan. 

kami meninggalkan Numfor dengan menggunakan KM Kasuari Pasifik 5 via Manokwari, padahal awalnya kami tidak menyangka bahwa kami akan pulang mengikuti kapal ini, tapi rencana Tuhan itu baik dan indah, tepat pada waktunya,,,.. 

setibanya di Biak, kami sudah dijemput oleh sekretaris PAM kami yang menyewa sebuah truk dan mobil pick-up milik bapanya Terry. sesampainya di Jemaat, teman2 pemuda membantu menurunkan barang bawaan kami dan kami disambut juga oleh Ibu Pdt. E Imbir yang adalah Pendeta jemaat, kamipun berdoa bersama dan mendengar laporan singkat dari ketua pam dan wakil ketua jemaat. oh ia tak lupa juga adik Fanoti Krey (sang Idola) diperkenalkan oleh Bapa Pdt Y Kbarek kepada kami dan beberapa orang anggota jemaat yang juga ada hadir pada waktu itu. acara berlanjut, kami minum teh bersama dan masing2 pulang menuju rumah masing2.




Akhirnya, seluruh perjalanan saya berakhir sampai disini, terimakasih Jemaat Hewel Mandori atas kebaikan, keramahan dan kejujuran yang kalian berikan bagi kami, tak dapat kami balas hanya dalam doa-lah kalian disebut serta harapan besar bahwa Tuhan akan selalu memberkati dan melimpahkan berkat bagi kalian dan anak cucu cicit kalian Dan kami menunggu kedatangan kalian di jemaat kami.......



Mandori - Darfuar Always in My Heart
                   
                Mey
 


 

0 komentar:

Previous Post Next Post Back to Top