Senin, 25 Agustus 2014
Budaya Saling Memberi Makan
Diposting oleh Unknown di 20.37 0 komentar
Waktu saya melakukan tugas pelayanan di Wondama tepatnya di kampung Kaibi dan Ramiki ada berbagai hal unik dan menarik yang belum pernah saya temukan di tempat manapun yang pernah saya datangi, salah satunya adalah budaya saling memberi makan antar kampung. sudah menjadi tradisi dari dulu bagi masyarakat di kedua kamoung ini untuk saling memberi makan dan biasanya moment ini terjadi pada waktu bulan januari atau setelah tahun barua-an. jadi dalam kesepakatan bersama yang diumumkan di gereja seluruh kampung (example:kampung Kaibi) akan terlebih dahulu menyiapkan makanan (yang paling terkenal adalah papeda, bia/kerang, dan sayur kabubui (sejenis bambu muda/rebung yang dimakan), hasil kebun seperti keladi, singkong/kasbi, petatas dll) dan minuman untuk disajikan kepada kampung Ramiki dan begitupun nantin sebaliknya, sehingga setiap keluarga diwajibkan membawa makanan dan hasil kebun atau apa saja dan dikumpulkan pada satu tempat yang akan dipakai untuk menyambut masyarakat dari kampung sebelah, acara ini biasanya ramai karena melibatkan seluruh masyarakat dan unuknya mereka berjalan sambil memutatr lagu atau sesekali bergoyang sampai kampung tujuan dilanjutkan dengan berjabat tangan, mendengar sepatah kata dari majelis di kampung tersebut dan doa makan bersama dan yang terakhir acara makan. Makna dari acara ini sendiri dikatakan oleh orangtua di kampung adalah supaya rasa kekeluargaan diantara mereka terus terjaga sampai anak cucu mereka nanti dan sebagai satu budaya yang harus dilestarikan sebab orangtua2 dulu selalu terbuka dalam hal memberi makan bagi siapa saja.
(Moment this pict: prosesi masyarakat kampung Kaibi memberi makan masyarakat kampung Ramiki)
My Chief
Diposting oleh Unknown di 20.18 0 komentar
Spesial Cake From My 'T'
Hari ini waktu sedang buka2 album foto di Laptop, eh muncul deh ide untuk upload picture ini....so delicious:) kalau yang buat cake atau kue adalah seorang perempuan, itu sudah biasa tapppi kalau yang buat kue adalah seorang laki2 itu baru luar biasa (setidaknya itu berlaku for me) hehehe walaupun kini banyak chief laki2 yang sudah banyak bermunculan di TV or dunia nyata.
Next ...... bakat dari sang pembuat kue yang ada fotonya itu, awalnya sempat membuat saya kaget dan baru diketahui setelah dia pulang dari negeri orang hihiihi (Canada) lewat sebuah program MCC-IVEP. Dari beberapa sumber cerita (Family), dia sempat beberapa kali membuat kue, bahkan waktu ulangtahun dan natalan dia juga tak lupa mengajari untuk orang di rumahnya.
Sebagai contoh, kue yang ada astor di sekeliling kue di atas itu, adalah cake birthday for sunday school di jemaatnya, kalau tidak salah sih waktu ulang tahun sekolah minggu (sory kalau salah My Love) hehehe.... asli waktu saya dikasih tahu dan liat fotonya saya kaget dan tidak percaya bahkan saya menantangnya agar dia juga mau mengajarkan saya cara membuat kue, tapi tantangan itu laaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaama sekali baru terealisasikan coz faktor waktu, tempat dan dana barulah pada waktu moment menjelang final piala dunia tantangan itu menjadi kenyataan. yuppppz karena kami berdua suka dan suporter timnas Jerman maka kue buatannya pun bertemakan Jerman, walau seharian kami mencari pewarna hitam se-kota B, tak ada satupun yang berhasil kami dapat akhirnya warna coklat tua yang kami peroleh but it;s ok yang penting rasanya hehhehe.....
Dalam pembuatan cake ini saya hanya membantu menyiapkan bahan dan membersihkan alat2 karena seluruh proses pembuatan ditangani sendri olehnya (T), sambil duduk manis dan sesekali memegang mixer hehe... nama cake ini adalah banana bread, so pasti bahan utamanya adalah banana (Pisang),.. setelah melalui proses yang tidak cukup lama akhirnya jadi deh my banana bread, nikmatnya tak terucap apalagi spesial dibuat untuk saya.... next time resepnya akan saya sertakan yach kali ini liat saja gambarnya dulu,,:))
Yang tersisa dari Mandori Part II (The End)
Diposting oleh Unknown di 03.45 0 komentar
Moment Mandori
Akhirnya, seluruh perjalanan saya berakhir sampai disini, terimakasih Jemaat Hewel Mandori atas kebaikan, keramahan dan kejujuran yang kalian berikan bagi kami, tak dapat kami balas hanya dalam doa-lah kalian disebut serta harapan besar bahwa Tuhan akan selalu memberkati dan melimpahkan berkat bagi kalian dan anak cucu cicit kalian Dan kami menunggu kedatangan kalian di jemaat kami.......
kalo bicara soal perjalanan saya ke Mandori rasanya tidak akan pernah ada habis-habisnya bahkan sampai blog ini penuh juga mungkin tidak muat hehe..soalnya saya senang kalau menceritakan kisah di tempat itu.. I love my adventure:).. seperti salah satu dari kisah-kisah lainnya, kisah di bawah ini it's true story. kisah ini terungkap pada saat saya dan teman2 akan berangkat maklum kegiatan kami sudah selesai dan semua sedang menyiapkan barang-barang mereka plus barang2 yang diberikan oleh teman2 mereka. saya kaget karna dipanggil oleh Terry untuk melihat seorang anak kecil yang rupanya sedang sakit. karna salah seorang teman kami berprofesi sebagai seorang PAMAN (Pa Mantri ) maka saat ini, dialah orang yang tepat menangani kasus anak ini. dari cerita awin (mama dalam bahasa Byak), anak ini jatuh dari atas rumahnya (rumah panggung) karena mau pergi menyambut kami pada waktu datang (penjemputan) tapi karena dia terlalu buru2 maka dia jatuh dari rumahnya dan lututnya mengenai batu karang akhirnya lututnya robek. akhirnya dengan persediaan obat dan alat yang seadanya, anak ajaib inipun diobati.
kebaikan dan keramahan dari seluruh jemaat Hewel Mandori secara keseluruhan tidak dapat kami balas, kurang lebih itulah inti kesan dari Ketua PAM Efrat ketika memberikan kata2 atau kesan terakhir walaupun pada malam harinya sudah dilakukan ibadah pengutusan kembali. dan hanya sebuah gitar yang disumbangkan kepada PAM Hewel Mandori sebagai tanda mata supaya digunakan dalam pelayanan mereka di jemaat, yang diberikan oleh Wakil Ketua Jemaat Efrat, Pnt. J. Sroyer kepada Ketua PAM Hewel. Harapan kami semoga gitar ini dapat benar2 dijaga dan dipakai dan ketika mereka memakainya, wajah, tawa, kebersamaan bersama dengan kami selama 1 minggu dapat mereka rasakan dan ingat.
setiap kegiatan akan sukses dan berjalan baik jika ditangani oleh orang2 yang bijak dan melakukan kegiatan itu dengan sukacita, hal itu tampak terasa dengan bantuan, tenaga dan hasil kerja nyata yang kami lihat dari Ketua PAM dan Wakil Ketua PAM Hewel (gambar samping atas). Dalam setiap kegiatan kedua orang ini sangat punya andil yang besar dan mempercayakan kami melakukan semua kegiatan dan mereka hanya menyiapkan apa yang kami perlukan.
yang patut diberikan penghargaan juga adalah sosok beliau yang memakai jaket di atas ini, beliau ini adalah mantan Ketua PAM Hewel dan sekarang ini menjabat sebagai Kepala kampung. beliau merupakan salah satu tokoh atau orang yang berjasa dalam kegiatan kami. gerak-geriknya sangat lincah bahkan semalaman beliau memainkan alat musik dan menyanyi bersama para musisi menghibur kami pada waktu acara perpisahan tanpa kenal lelah walau disibukkan dengan tugas dan tanggungjawabnya sebagai seorang aparatur pemerintahan.
inilah suasana keberangkatan kami meninggalkan kampung Mandori tercinta yang diiringi dengan isak tangis bersama. seminggu saja kami berada dengan mereka tapi rasanya kami sudah tinggal lama dan menjadi bagian dari komunitas mereka, walaupun kami akui kalau kami belum membuat sesuatu yang berharga, tapi menurut kepala kampung apa yang kami lakukan itu tidak nyata atau tidak terlihat tapi akan mereka rasakan.
kami meninggalkan Numfor dengan menggunakan KM Kasuari Pasifik 5 via Manokwari, padahal awalnya kami tidak menyangka bahwa kami akan pulang mengikuti kapal ini, tapi rencana Tuhan itu baik dan indah, tepat pada waktunya,,,..
setibanya di Biak, kami sudah dijemput oleh sekretaris PAM kami yang menyewa sebuah truk dan mobil pick-up milik bapanya Terry. sesampainya di Jemaat, teman2 pemuda membantu menurunkan barang bawaan kami dan kami disambut juga oleh Ibu Pdt. E Imbir yang adalah Pendeta jemaat, kamipun berdoa bersama dan mendengar laporan singkat dari ketua pam dan wakil ketua jemaat. oh ia tak lupa juga adik Fanoti Krey (sang Idola) diperkenalkan oleh Bapa Pdt Y Kbarek kepada kami dan beberapa orang anggota jemaat yang juga ada hadir pada waktu itu. acara berlanjut, kami minum teh bersama dan masing2 pulang menuju rumah masing2.
Akhirnya, seluruh perjalanan saya berakhir sampai disini, terimakasih Jemaat Hewel Mandori atas kebaikan, keramahan dan kejujuran yang kalian berikan bagi kami, tak dapat kami balas hanya dalam doa-lah kalian disebut serta harapan besar bahwa Tuhan akan selalu memberkati dan melimpahkan berkat bagi kalian dan anak cucu cicit kalian Dan kami menunggu kedatangan kalian di jemaat kami.......
Mandori - Darfuar Always in My Heart
Mey
Sabtu, 23 Agustus 2014
My Big Family
Diposting oleh Unknown di 20.21 0 komentar
Beautifull Moment
hidup dan dekat dengan keluarga adalah saat-saat yang menyenangkan, moment itu akan terasa pada waktu semua anggota keluarga berkumpul, apalagi jika sudah lama di tanah orang hehehehe..... itu juga yang saya rasakan ketika menghabiskan waktu di luar daerah tempat tinggal (Timika) untuk menuntut ilmu... kadang bosan, cape dan lelah dengan segala aktifitas perkuliahan, pelayanan dan rutinitas yang itu every day dan saat itulah rasa rindu rumah dan keluarga menghantui selalu... akhirnya telepon, sms menjadi alat pelarian sesaat agar rasa rindu itu terobati, sambil menunggu waktu Holiday tiba and Going home :) like it
keluarga saya sebagian berada di Ambon, jadi hanya beberapa kali saja kami mengunjungi mereka selain faktor lamanya perjalanan kesana (ambon-red) faktor waktu juga yang membuat kami jarang berkunjung ke ambon. jadinya, kalau pas moment libur semester atau natal barulah kami dapat berkumpul.
ini adalah nenek (oma, biasanya akrab disapa) merupakan orangtua tersisa dari orangtua (bapa) dan saya sangat sayang sekali sama oma walaupun kami jauh. usia oma sudah lanjut, 82 tahun, tapi masih kuat untuk bekerja dan yang paling mengherankan di usia oma yang sekarang oma mampu membaca Alkitab tanpa memakai bantuan kaca mata.. doa saya semoga oma diberikan kesehatan agar dapat melihat keberhasilan saya (diteguhkan menjadi Pdt) dan cucu-cucunya berhasil dalam pendidikan.
I love My Fam's
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang tersisa dari Mandori Part I
Diposting oleh Unknown di 23.39 0 komentar
Beberapa bulan yang lalu, My Boyfriend n me with teman-teman pemuda melakukan kegiatan wisata rohani di Klasis Numfor, Jemaat GKI Hewel Mandori. Wisata rohani ini adalah untuk yang pertama kalinya dalam jemaat khususnya unsur PAM (eiiiits bukan Perusahan Air Minum but Persekutuan Anggota Muda) jadi persiapan yang dilakukan pun seadanya saja. Kegigihan dan semangat teman-temanlah yang terus memacu mereka agar mencari usaha dana supaya dapat melengkapi segala persiapan mereka mulai dari melakukan bazaar di gereja terdekat, membersihkan halaman kampung dan kebun milik anggota jemaat, membuat amplop sumbangan sukarela ke jemaat dan ke pasar (karena keberadaan pasar masih ada dalam wilayah pelayanan dan kampung mereka, Darfuar-red) sampai mengumpul batu karang (dalam keahlian terakhir ini sangat diperlukan tenaga yang handal tak heran sehingga mereka yang mahir dalam bidang ini sering mendapat julukan ABG atau istilah gaulnya Anak Batu Gunung hehehe.....)
Sebelum keberangkatan, kami pun melakukan foto bersama untuk dibuat dan dipasang pada baliho. untuk proses pengambilan foto ini sempat tertunda karena aktifitas teman-teman pemuda yang kejar tayang hihihi... dampaknya hanya beberapa saja yang potret dirinya ada di this picture,
awal perjalanan kami dimulai ketika ibadah pengutusan dan selanjutnya kami berangkat menuju pelabuhan. kami menggunakan kapal Yapwairon (sebuah kapal kecil milik ASDP), semalaman kami berada di atas kapal, karena cuaca yang kurang mendukung (ombak) membuat kami tidak dapat turun di dermaga Saribi seperti biasanya sehingga Kapten pun mengambil kebijakan sehingga kami dan para penumpang turun di Manggari. sesampainya di manggari kami turun dan dijemput oleh teman2 pemuda Mandori dengan menggunakan perahu johnson dan dilanjutkan dengan penjemputan di gapura masuk kampung yang rupanya kami sudah ditunggu oleh seluruh anggota jemaat guna dilakukan semacam tradisi (Mansorandak : ritual menginjak piring adat bagi orang yang baru pertama kali datang ke daerah tersebut) dan ritual ini diwakili oleh Ketua PAM Efrat, Terry Sroyer, Majelis pendamping dan Pendeta Pendamping, Pdt.Y.Kbarek. kami pun disambut dengan arak-arakan musisi,tarian sambil berjalan ke lokasi kegiatan dan malamnya acara perkenalan.
pagi harinya saat memulai kegiatan yang selalu diawali dengan ibadah bersama denga anggota jemaat setempat dilanjutkan dengan breakfast etc. ketulusan dari anggota jemaat di Mandori sangat terasa mulai dari cara mereka menyapa, bercanda, senyum kepada kami membuat kami merasa seperti di kampung sendiri. mereka selalu bergantian memberi makan kepada kami, beberapa kali saya melihat mereka pulang dari kebun berjalan kaki cukup jauh hanya untuk mencari sayur dan lauk untuk kami (Pemberian yang terbaik). ada materi2 yang diberikan dan teman2 cukup antusias, bahkan pernah ketika sedang mengikuti materi sampai agak siang, ibu2 atau mama2 di garis belakang (dapur) menyuruh untuk makan, ternyata hari itu sedikit special because we can eat big fish heheh langsung dari laut. woooow kita disuruh pilih sendiri dan bakar sendiri sungguh pengalaman yang tak terlupakan. setelah kenyang semuanya pun istirahat dan sorenya berolahraga, main bola kaki (olahraga yang tak bisa dipisahkan dari orang Papua).
sambil yang pria bermain bola, kami para perempuan, melakukan kreatifitas, salah seorang teman mengajarkan bagaimana cara membuat hewan, anting, dan kalung dari bahan kulit kerang dan buah2 yang ada di pinggir pantai, sedangkan saya dan Tery mengajarkan membuat hiasan bunga dari sapu lidi dan manik2. karena seriusnya para peserta yang terdiri dari mama2,anak2 sekolah minggu dan pemuda tak terasa hari sudah gelap akhirnya kamipun bubar jalan tapi sebelumnya take a picture lagi heheh:)
saya sangat menyukai anak-anak, so ketika ada waktu yang kosong saya pun bersenda gurau dan mengajarkan beberapa lagu dan games bagi mereka, ternyata daya tangkap anak-anak di Mandori cukup kuat dan cepat, salut dan bangga buat mereka. next, this pict, ada anak kecil yang memegang mic namanya Fanoti Krey, dia merupakan idola bagi teman2 kami karena kemampuan suaranya yang melampaui anak seumurannya dan kebersamaannya bersama dengan kami mulai dari awal kegiatan, saking menjadi idola kami pun memingannya untuk ikut bersama kami pulang ke Biak hehhe..:) ada juga Desi Krey yang sempat berfoto bersama saya dan Terry, dia juga merupakan salah satu fav girl coz murah senyum, senang bermain, pintar menyanyi dan jago main bola. tak heran ada beberapa pemuda yang pedekate hihihi....tak lengkap rasanya kalau tak ada tarian khas Papua yaitu Yospan, salut untuk jemaat Mandori tanpa kenal cape dan lelah semalaman penuh mereka menyanyi dan menari bersama kami...
kalau berkunjung ke Mandori belumlah terasa nikmat jika belum ke tempat mandi2 mereka,kami di bawa dengan beberapa perahu menuju sebuah tanjung. perjalanan ini sedikit membuat saya ganas sebab saya sempat jatuh dari perahu untungnya kamera tidak rusak huuuuft. acara kami berlanjut dengan bermain bola, bakar2 ikan dan mandi2 yang disertai dengan gosok wajah memakai arang untungya saya selamat dari permainan ini hehehe (asisten Ketua Pam kok), pulangnya saya dan Terry ikut bersama Ketua PAR memakai gabus ternyata perasaan takut sebelum naik sirna dengan pemandangan yang luuuuuuuuar biasa indah, tidak sia2 perjalanan saya bersama dengan T dan teman2 pemuda kali ini.
sisi lain, waktu saya dan T ke Sandauw, sempat kaget karena ternyata ada ular yang lewat hehehe... menurut cerita2 pulau Numfor juga terkenal dengan ularnya, so kesempatan ini takan terulang jadi deh take a pict with the snake... amazing!!!!
kalau yang dibawah gambar ini, ada beberapa bapa2 di Mandori yang sedang merajut jaring untuk mencari di laut....
Bersambung .............................
woow, sekian dulu ya perjalanan saya ke Mandori part I.. nantikan saja bagian selanjutnya, yang pastinya seru dan akan ada hal2 yang menarik dari Mandori. intinya saya sangat bersyukur karena bisa melihat sisi lain dari Pulau Biak yang selama ini hanya sebatas cerita dari mulut ke mulut.... dream comes true.. : )
memang orang bilang :
BIAK (Bila Ingat Akan Kembali)
Kamis, 21 Agustus 2014
Aku Papua
Diposting oleh Unknown di 19.30 0 komentar
Hitam kulit, keriting rambut, Aku Papua, sepenggal lirik lagu yang diciptakan oleh Alm. Frangky sahilatua dan dinyanyikan oleh Edo Kondologit ini, sangat erat bahkan menyatu kuat dalam setiap hati, kulit, mata, telinga, rambut bahkan setiap aliran darah dalam setiap orang Papua. Why? karena itu merupakan jati diri orang Papua. Sampe kalo lagu ini dinyanyikan baik di Papua maupun di Luar Papua membuat suasana menjadi haru...:)
jujur, ketika saya melihat anak kecil berambut keriting berwarna orange kecoklatan di depan gereja (waktu ikut kegiatan wisata rohani di Pulau Numfor, Biak) letaknya di kampung Mandori distrik Buryadori. tanpa tunggu lama, saya pun meminta untuk diabadikan this moment with her. waktu pertama kali memegang rambutnya ada perasaan senang, kaget dan takjub, Tuhan itu luar biasa, Dia kok bisa ya menciptakan manusia dengan cara yang unik. dan Herannya lagi ternyata rambut anak ini asli lohhhh warnanya. menurut Kamam (bapa dalam bahasa Byak) dari anak ini, anak ini sering bermain ke laut so karena terkena sinar matahari dan air laut jadilah kehendaknya hehehe.... believe or not it;s up to u ;)) dalam hati, saya berharap suatu saat my soon harus rambutnta keriting hehehe.....(Penuh harap)..
But,.... Saya percaya kalo Tuhan itu adil dalam setiap keputusan bagi semua ciptaan-Nya so Enjoy in You'r Life because He love You ^_^
Kasumasa
Mandori
Rabu, 20 Agustus 2014
Hilangnya Kenyamanan Hidup
Diposting oleh Unknown di 19.45 0 komentar
tinggal bertahun-tahun di Kota ini, membuat banyak hal yang sudah saya lalui.... beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang yang berbeda status kedudukan, suku dan sebagainya...... rasa persaudaraan yang kental seakan menjadi satu wahana tersendiri, seakan tak ada batas yang menghalangi. entah rambut lurus dan keriting, kulit putih dan sawo matang, rumah permanen maupun gubuk yang hampir mirip Honai (rumah adatnya orang Wamena di daerah pegunungan) bahkan rumah panggung... keberbedaan itu dulunya tak menjadi masalah untuk kami menyatu taaaaaaaaaaaaapi...... hal itu beberapa waktu lalu menjadi ISU yang sangat, sangat menonjol bahkan mencuat ke permukaan. atas ulah-ulah 'orang2' yang tak bermoral membuat Hilangnya kenyamanan hidup kami sedikit terancam... ada rasa khawatir ketika suasana mencekam, sana sini terdengar suara tembakan dari aparat, hilir mudik pada kendaraan bermotor di jalan begitu cepat tak seperti hari biasanya, anak-anak yang bersekolah pun dipaksa harus menghentikan suasana pembelajarannya karena situasi demikian. Apakah ini yang namanya KERUSUHAN?
hanya satu harapan kami, harapan kami orang Papua yang mendiami bumi AMUNGSA, Kamoro. supaya Tanah ini aman dan damai seperti dulu. ada canda tawa serta sukacita ketika saling menyapa, ketika saling duduk dalam gereja, ketika saling berhadapan di dalam taxi, dan ketika seluruh kegiatan dilakukan bersama....semoga harapan dan mimpi ini sungguh menjadi kenyataan yang sempurna...
A M O L E
Langganan:
Komentar (Atom)























